-
Kegiatan Tindak Lanjut Persiapan Akreditasi Puskesmas Betun Maret 2017
1. Sosialisasi Hasil Kaji Banding
Kegiatan sosialisasi kaji banding akreditasi dilaksanakan pada 14 Maret 2017 bertempat di Puskesmas Betun. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah memberikan informasi dan pemahaman tentang akreditasi puskesmas serta proses implementasi kepada seluruh staf puskesmas. Sesi sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sharing informasi hasil kegiatan kaji banding oleh perwakilan Puskesmas Betun berupa pengetahuan, pengalaman, perbandingan serta contoh dokumen akreditasi selama kegiatan kunjungan di UPTD Puskesmas Panjatan II Kabupaten Kulon Progo pada 7 hingga 8 Maret 2017.
Pendekatan Sistem Dalam Pelayanan Kesehatan Masyarakat Plural
Kualitas pelayanan kesehatan masih menjadi persoalan tersendiri yang dihadapi oleh fasilitas atau organisasi layanan kesehatan khususnya milik pemerintah di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI tahun 2015 merilis kesiapan pelayanan umum di Puskesmas, baru mencapai 71%, pelayanan PONED 62%, dan pelayanan penyakit tidak menular baru mencapai 79%. Hal ini terjadi terutama karena kurangnya fasilitas yang tersedia; kurang lengkapnya obat, sarana, dan alat kesehatan; kurangnya tenaga kesehatan; dan belum memadainya kualitas pelayanan. Fasilitas pelayanan periferal seperti puskesmas, kesiapan peralatan dasar memang cukup tinggi (84%), tetapi kemampuan menegakkan diagnosis ternyata masih rendah (61%). Kondisi tersebut diperberat lagi akibat disparitas layanan yang dihasilkan dari perlakuan diskriminatif oleh tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan.
Penyusunan Rencana Aksi Daerah Kesehatan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan
Hasil Rapat
Penyusunan Rencana Aksi Daerah Kesehatan Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimantan Barat
Yogyakarta, 23 Mei 2017
Berdasarkan Master Plan (Rencana Induk) Kesehatan Kabupaten Bengkayang 2017 – 2025 yang telah disusun tahun 2016, Bappeda Kabupaten Bengkayang bermaksud menjabarkan arah kebijakan, strategi, dan rekomendasi yang tertuang dalam Master Plan Kesehatan ke dalam Rencana Aksi Daerah (RAD) Kesehatan. Untuk mewujudkan rencana tersebut, tim bekerja sama dengan PKMK FK UGM untuk menyusunnya. Kegiatan ini dilakukan selama 3 bulan (Agustus – Oktober 2017).
Pengantar: 2 – 8 Mei 2017
SISTER DINKES DAN SISTER PUSKESMAS MALAKA:
Laporan Sosialisasi dan Workshop Akreditasi Puskesmas di Betun

Kegiatan Sister Dinkes dan Sister Puskesmas Kabupaten Malaka, NTT, terus berlanjut. Setelah menyelesaikan 3 kali Kaji Banding yang melibatkan semua pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dan Pokja 1-2-3 semua puskesmasnya, pada tanggal 25 – 30 April dilakukan Sosialisasi dan Workshop Akreditasi Puskesmas di Betun Kabupaten Malaka. Nara sumbernya adalah Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.
Tujuan sosialisasi agar semua pemangku kepentingan dapat memahami sekaligus mendukung rencana Akreditasi Puskesmas yang dilakukan. Sedangkan tujuan Workshop untuk menyiapkan seluruh puskesmas di Kabupaten Malaka (termasuk Tim Pendamping Dinas Kesehatan) agar mampu menyusun semua persyaratan yang diminta dalam Akreditasi Puskesmas.
Laporan selengkapnya dapat di-KLIK di icon SISTER DINKES DAN SISTER PUSKESMAS MALAKA pada bagian kanan atas web ini.
Laporan Kaji Banding Kabupaten Kepahiang
KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE)
KEGIATAN BINTEK MANAJEMEN PENGELOLAAN PUSKESMAS RAWAT INAP
- PENDAHULUAN
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Puskesmas merupakan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan. Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa Puskesmas berfungsi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama atau pelayanan klinis.

