home Modul Dasar 1 2
3
4 5 6 Modul Program Modul Tambahan Modul Dinkes & Kabid Modul Puskesmas

 

Desentralisasi Kesehatan

Oleh Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc, Ph.D

Modul ini berusaha membahas pelaksanaan desentralisasi dalam konteks 10 tahun perjalanannya di Indonesia. Pelaksanaan kebijakan ini akan dibahas melalui berbagai pendekatan misalnya: pendekatan analisis hukum dan peraturan mengenai kewenangan, pendekatan analisis kesiapan sumber daya manusia dan aspek politiknya, serta aspek pembiayaan dalam desentralisasi.


Download Modul Lengkap Download Modul Ringkasan Download Presentasi

Deskripsi Singkat

Di tahun 2011 ini Indonesia sudah melaksanakan kebijakan desentralisasi dalam sektor kesehatan selama 11 tahun.Harapannya desentralisasi kesehatan sudah dapat dilaksanakan dengan baik.Namun kenyataannya desentralisasi dalam sektor kesehatan belum dijalankan dengan baik dan benar.Modul ini berusaha membahas pelaksanaan desentralisasi dalam konteks 10 tahun perjalanannya di Indonesia. Pelaksanaan kebijakan ini akan dibahas melalui berbagai pendekatan misalnya: pendekatan analisis hukum dan peraturan mengenai kewenangan, pendekatan analisis kesiapan sumber daya manusia dan aspek politiknya, serta aspek pembiayaan dalam desentralisasi. Dalam pendekatan ini, berbagai sudut pandang akan bertemu dalam kajian mengenai PP No.38 tahun 2007 yang sampai sekarang masih belum dipahami dengan benar oleh seluruh pelaku kesehatan di Indonesia.Modul ini   memberikan masukan  kepada  kompetensi  bidang yang meliputi  berpikir analisis  dan berpikir konseptual sesuai Permenkes No. 971 Tahun 2009 Pasal 6c dan 6d.


Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran Umum

Setelah mempelajari modul ini, peserta mampu memahami dan melakukan analisis kritis terhadap kebijkan desentralisasi dan pelaksanaannya di sektor kesehatan.

Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu :

  1. Menjelaskan desentralisasi dan desentralisasi sektor kesehatan
  2. Menjelaskandesentralisasi kesehatan: dinamika dan dampaknya
  3. Menjelaskan perubahan wewenang di berbagai tingkat pemerintah dalam kesehatan
  4. Menjelaskan desentralisasi dan mekanisme penganggaran dan penyaluran dana pusat ke daerah
  5. Menjelaskan standar pelayanan minimal
  6. Menjelaskan rencana strategis lembaga pada era desentralisasi

 

Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan

Pokok bahasan 1 : Desentralisasi dan desentralisasi sector kesehatan
Pokok bahasan 2 : Desentralisasi kesehatan: dinamika dan dampaknya
Pokok Bahasan 3 : Perubahan wewenang, diberbagai tingkat pemerintah dalam Kesehatan
Pokok Bahasan 4 : Desentralisasi dan mekanisme penganggaran dan penyaluran dana pusat ke daerah
Pokok Bahasan 5 : Standar pelayanan minimal
Pokok Bahasan 6 : Penyusunan rencana strategis lembaga pada era desentralisasi

 

Bahan Belajar

www.desentralisasi-kesehatan.net

 

Langkah-langkah Pembelajaran

Langkah 1 Pengondisian

  1. Fasilitator menyampaikan tujuan pembelajaran, metode yang digunakan, mengapa modul/materi ini diperlukan dalam pelatihan eksekutif pengembangan kapasitas pemimpin dinas kesehatan, serta keterkaitan dengan materi sebelumnya.
  2. Fasilitator memberi kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman saat mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan kapasitas terdahulu
  3. Fasilitator memberikan tanggapan dan memotivasi peserta untuk tetap bersemangat mengikuti pelatihan ini sampai selesai.

Langkah 2

  1. Fasilitator membimbing peserta untuk belajar mandiri melalui website, yaitu membaca dan memahami konsep-konsep yang terdapat pada Pokok Bahasan 1: Desentralisasi dan Desentralisasi Sektor Kesehatan, Pokok Bahasan 2: Desentralisasi Kesehatan: Dinamika dan Dampaknya, Pokok Bahasan 3: Perubahan Wewenang diberbagai Tingkat Pemerintah dalam Kesehatan, Pokok Bahasan 4: Desentralisasi dan Mekanisme Penganggaran dan Penyaluran Dana Pusat ke Daerah, Pokok Bahasan 5: Standar Pelayanan Minimal, dan Pokok Bahasan 6: Penyusunan Rencana Strategis Lembaga pada Era Desentralisasi.
  2. Fasilitator memberi kesempatan kepada Peserta untuk mendiskusikan keadaan-keadaan nyata di tempat kerja yang tercakup dalam konsep-konsep tersebut, melalui e-mail, sms, telepon, atau Skype.
  3. Fasilitator memberikan arahan tentang bahan-bahan belajar yang dapat digunakan oleh Peserta untuk memperdalam konsep yang telah mereka pahami.

Langkah 3 Penugasan

  • Fasilitator mengarahkan Peserta untuk menjawab dan mendiskusikan hal-hal sebagai berikut:

Untuk kepala Dinas Kesehatan kabupaten

  1. Mengapa ada daerah yang mempunyai kemampuan fiscal tinggi masih bertumpu pada anggaran pemerintah pusat dalam bidang kesehatan?
  2. Apa yang disebut sebagai Standar Pelayanan Minimal dalam konteks desentralisasi? Uraikan jawaban anda dalam konteks hubungan pemerintah pusat dan daerah dan masalah alokasi anggaran kesehatan.
  3. Mengapa saat ini terjadi berbagai masalah dalam penyaluran anggaran pemerintah pusat ke daerah, khususnya dalam kasus BOK yang pernah menggunakan dana Bansos dan sekarang dana TP?
  4. Apa kekuatan dan kelemahan penyaluran DAK saat ini dalam konteks desentralisasi?
  5. Apakah mungkin BOK menggunakan DAK, bukan TP? Uraikan logika jawaban anda?
  6. Bagaimana pendapat anda mengenai pelaksanaan desentralisasi di sektor kesehatan yang sudah berumur 10 tahun ini. Apakah sudah baik?Apakah ada hambatan-hambatan? Apakah perlu perubahan-perubahan kebijakan?

Untuk Kepala Bidang Dinas Kabupaten/Kota

  1. Menurut saudara, dalam menetapkan program-program kesehatan masyarakat di lingkungan bidang yang anda pimpin, kebijakan ditingkat manakah (pusat, provinsi dan kabupaten) yang paling anda pedomani? Kenapa hal tersebut anda lakukan?
  2. Sejauh manakah kebijakan Pusat dan Provinsi (di bidang kesehatan) relevan dengan kebijakan di tingkat pemerintah kabupaten dalam penyusunan program2 di bidang anda?
  3. Didalam membuat perencanaan program di bidang saudara, apakah suadara selalu mengacu pada misi Dinas Kesehatan,kabupaten, yang mencakup beberapa program, seperti :
    1. Program pada misi stewardship
    2. Program pada misi financing
    3. Program pada misi pemberian pelayanan
    4. Program dalam pengelolaan SDM
  4. Apakah analisis SWOT dan Strategi fungsional di rencana strategis dinas kesehatan dipertimbangkan dalam menyusun program 5 tahun mendatang?
  5. Bagaimanakah pengaruh program dan sumber dana dari :
    1. Departemen Kesehatan dan pinjaman luar negeri
    2. Dinas Kesehatan Provinsi
    3. Swasta dan hibah melalui LSM
    4. Terhadap perencanaan program/program di lingkungan bidang saudara?

  6. Bagaimana proses menetapkan program prioritas di lingkungan bidang anda? Apakah selalu mengikuti program prioritas di tingkat dinas? Kepada siapakah anda berkonsultasi dalam menetapkan prioritas program tersebut?
  7. Apakah di tingkat bidang, saudara membuat perencanaan program 5 tahunan? Bila ya, bagaimanasaudara menggabungkan berbagai sumber dana untuk menghasilkan rencana program 5 tahun mendatang? Mengingat sumber daya dari pusat dan pinjaman luar negeri/LSM masih banyak.
  8. Bagaimana proses saudara mengalokasikan sumber dana dan program anda kepada daerah-daerah (Puskesmas, UPT dll) di wilayah kabupaten saudara?

Untuk Pimpinan Puskesmas

Content Empty

  • Peserta mengirimkan jawaban melalui website atau mengirimkan ke e-mail