home Modul Dasar Modul Program Modul Tambahan Modul Kadinkes 1 2 3
4
5 6 Modul Puskesmas

 

Kontrak Kinerja

Oleh dr. Dwi Handono Sulistyo, M.Kes

Modul ini bertujuan ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi Dasar “Pengorganisasian” dan “Kerja sama”; serta meningkatkan Kompetensi Bidang “Orientasi pada pelayanan,” “Orientasi pada kualitas,” dan “Inovasi” sesuai Permenkes No. 971/2009.


Download Modul Lengkap Download Modul Ringkasan Download Presentasi

Deskripsi Singkat

Pengadaan tenaga kesehatan melalui sistem kontrak (lebih dikenal dengan Pegawai Tidak Tetap) sudah sejak tahun 1991 dilaksanakan di Indonesia. Meskipun belum ada evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tersebut, banyak keluhan yang muncul terhadap kinerja pegawai PTT tersebut misalnya: tidak berada di lokasi, tidak betah, dan tidak jelas hasil kerjanya.

Keluhan terakhir tersebut terjadi karena pendekatan kontrak yang dilakukan selama ini adalah pendekatan Kontrak Berbasis Waktu yaitu pegawai tersebut dikontrak dalam waktu tertentu untuk bekerja memberikan pelayanan kesehatan. Kelemahan utamanya adalah mereka dikontrak tanpa target kinerja tertentu. Dalam hal ini, pihak dinas kesehatan kabupaten misalnya tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi berbagai masalah yang ada. Berdasarkan semua itu, pendekatan kontrak yang ada harus diubah menjadi pendekatan Kontrak Berbasis Kinerja.

Modul ini berusaha membahas segala sesuatu tentang Kontrak Berbasis Kinerja dengan beberapa pembahasan yaitu: (1) Pengertian Kontrak Berbasis Kinerja dan Perbedaannya dengan Kontrak Biasa; (2) Teori Dasar Kontrak Berbasis Kinerja; (3) Langkah-langkah Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja; dan (4) Lingkup Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja.

Modul ini bertujuan ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi Dasar “Pengorganisasian” dan “Kerja sama”; serta meningkatkan Kompetensi Bidang “Orientasi pada pelayanan,” “Orientasi pada kualitas,” dan “Inovasi” sesuai Permenkes No. 971/2009.


Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran Umum

Setelah mempelajari modul ini, peserta memahami apa, mengapa, bagaimana, dan lingkup Kontrak Berbasis Kinerja.

Apa beda antara Kontrak Berbasis Kinerja dengan Kontrak biasa?

Tujuan Pembelajaran Khusus

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta mampu :

  1. Memahami Pengertian Kontrak Berbasis Kinerja dan Perbedaannya dengan Kontrak Biasa
  2. Memahami Teori Dasar Kontrak Berbasis Kinerja
  3. Memahami Langkah-langkah Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja
  4. Memahami Lingkup Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja.

 

Pokok Bahasan dan Sub Pokok Bahasan

1. Pengertian Kontrak Berbasis Kinerja dan Perbedaannya dengan Kontrak Biasa

  1. Apa itu Kontrak Berbasis Kinerja?
  2. Apa Karakteristik Kontrak Berbasis Kinerja?
  3. Apa contoh nyata Kontrak biasa?
  4. Kelebihan dan Kekurangan Kontrak Berbasis Kinerja

2. Teori Dasar Kontrak Berbasis Kinerja

  1. Apa Dasar Teori Kontrak Berbasis Kinerja?
  2. Apa Ruang Lingkup dan Manfaat Teori Kontrak?
  3. Apa bentuk Masalah Agensi?
  4. Apa contoh Moral Hazard?
  5. Apa contoh Kerugian Seleksi?
  6. Bagaimana mengatasi masalah agensi?
  7. Bagaimana penerapan teori Agensi dalam Kontrak Berbasis Kinerja?

3. Langkah-langkah Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja

  1. Bagaimana langkah-langkah menerapkan Kontrak Berbasis Kinerja?
  2. Langkah1
  3. Langkah 2
  4. Langkah 3
  5. Langkah 4
  6. Langkah 5
  7. Langkah 6
  8. Langkah 7
  9. Langkah 8

4. Lingkup Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja.

  1. 7 Kemungkinan penerapan Kontrak Berbasis kinerja
  2. Gambaran 7 kemungkinan Kontrak Berbasis Kinerja.

 

Bahan Belajar

Ameli, O. & Newbrander, W. (2008) Contracting for health services: effects of utilization and quality on the costs of the Basic Package of Health Services in Afghanistan. Bulletin of the World Health Organization [Internet], December, 86 (12) pp.920-928. Available from: <http://www.who.int/bulletin/volumes/86/12/08-053108.pdf> [Accessed 12 December 2012].

Arur, A., Peters, D., Hansen, P., Mashkoor, M.A., Steinhardt, L.C. & Burnham, G. (2010) Contracting for health and curative care use in Afghanistan between 2004 and 2005. Health Policy and Planning [Internet], 25 pp.135-144. Available from: <http://heapol.oxfordjournals.org> [Accessed 12 Desember 2012].

Bath, R., Maheshwari, S., & Saha, S. (2007) Contracting-out of reproductive and child health (RCH) services through mother NGO scheme in India: experiences and implications [Internet]. Available from:

Baqui, A.H., Rosecrans, A.M., Williams, E.K., Agrawal, P.K., Ahmed, S., Darmstadt, G.L., Kumar, V., Kiran, U., Panwar, D., Ahuja, R.C., Srivastava, V.K., Black, R.E. & Santosham, M. (2008) NGO facilitation of a government community-based maternal and neonatal health programme in rural India: improvements in equity. Health Policy and Planning [Internet], 23 pp.234-243. Available from: <http://heapol.oxfordjournals.org> [Accessed 20 Desember 2012].

[Internet], 11 (Suppl 2), pp.511. Available from: <http://www.biomedcentral.com/1472-6963/11/S2/S11> [Accessed 12 Desember 2012].

Connor, C. (2000) Contracting non-governmental organizations for HIV/AIDS: Brazil Case Study. Special Initiative Report No. 30. Partnerships for Health Reform. Available from:

Cristia, J. P., Evans, W. N. & Kim, B. (2012) Improving the health coverage of the rural poor: Does contracting out medical mobile teams work? Discussion Paper Series No. 1203. The Institute of Economic Research Korea University. Available from: <http: econ.korea.ac.kr/~ri/WorkingPapers/w1203.pdf> [Accessed 13 Desember 2012].

[Internet]. Available from: <http://isg.urv.es/library/papers/agency_theory.pdf> [Accessed 9 May 2009].

Loevinsohn, B. (2008) Performance-based contracting for health services in developing countries, a tool kit [Internet]. Available from: http://siteresources.worldbank.org/INTHSD/Resources/topics/415176-1216235459918/ContractingEbook.pdf [Accessed 28 December 2008].

Lönnroth, K., Uplekar, M. & Blanc, L. (2006) Hard gains through soft contracts: productive engagement of private providers in tuberculosis control. Bulletin of the World Health Organization [Internet], November, Vol. 84, No. 11, pp. 876-883. Available from:

Marek, T., Diallo, I., Ndiaye, B., & Rakatosalama, J. (1999) Succesful contracting of preventive services: Fighting malnutrition in Senegal and Madagascar. Health Policy and Planning [Internet], 14 (4) pp.382-389. Available from:< http://heapol.oxfordjournals.org> [Accessed 12 Desember 2012].

Martin, L. L., (2003) Performance-Based Contracting (PBC) for Human Services: A Review of the Literature [Internet]. Available from: <http: www.centralfloridapartnershipcenter.org> [Accessed 29 September 2007].

Nigenda, G.H. & Gonzal?z, L.M. (2009) Contracting private sector providers for public health services in Jalisco, Mexico: perspectives of system actors. Human Resources for Health [Internet]. Available from: <http://www.human-resources-health.com/content/7/1/79> [Accessed 13 Desember 2012].

[Internet], November, 84 (11) pp.867-875. Available from: <http://www.who.int/bulletin/volumes/84/11/

Soeters, R. & Griffiths, F. (2003). Improving government services trough contract management: a case from Cambodia. Health Policy and Planning [Internet], 18 (1) pp.74-83. Available from:< http://heapol.oxfordjournals.org> [Accessed 12 Desember 2012].

Zurn, P., & Adams, O. (2004) A framework for purchasing health care labor [Internet]. Available from: <http://siteresources.worldbank.org/ siteresources.worldbank.org/HEALTHNUTRITIONANDPOPULATION/Resources/281627-1095698140167/Chap13ZurnAdamsFrameworkFinal.pdf> [Accessed 23 December 2008].

 

Langkah-langkah Pembelajaran

Langkah 1

Menciptakan suasana nyaman dan mendorong kesiapan peserta untuk mempelajari materi secara mandiri. Karena metode pembelajaran yang digunakan adalah web-based training, ini bisa dilakukan dengan fasilitator melalui Skype memperkenalkan diri dan berusaha untuk mengenali peserta yang menjadi tanggungjawabnya satu persatu. Selama interaksi awal ini upayakan menangkap sesuatu yang terobservasi dan dikaitkan dengan materi pembelajaran. Bangkitkan motivasi, komitmen, dan konsistensi peserta untuk memulai, melaksanakan, dan menyelesaikan pelatihan ini.

 

Langkah 2

Pokok bahasan 1: Pengertian Kontrak Berbasis Kinerja dan Perbedaannya dengan Kontrak Biasa

Kegiatan Fasilitator

Apapun yang terjadi pada kegiatan 1, gunakan itu sebagai awal untuk memulai mengantarkan peserta lebih mendalami lagi pengertian dan lingkup kemitraan pemerintah-swasta.

  1. Dengan menggunakan Skype, fasilitator meminta peserta untuk membuka materi yang akan dipelajari/dikaji bersama. Mulailah dengan menggali komponen-komponen dari pengertian dan lingkup kemitraan pemerintah-swasta menurut pemahaman peserta. Peserta diminta untuk mempelajari konsep dasar kemitraan pemerintah-swasta dan lakukan curah pendapat dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan.
  2. Menugaskan peserta untuk mendiskusikan Lembar Kerja Pokok Bahasan 1 (di bagian akhir modul ini) secara mandiri. Para peserta dapat berdiskusi secara mandiri melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting. Pengiriman tugas atas nama kelompok.
  3. Memfasilitasi kegiatan diskusi kelompok melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting.

Kegiatan Peserta

  1. Peserta mempelajari materi yang akan dipelajari/dikaji bersama kemudian mempelajari konsep dasar kemitraan pemerintah-swasta dan lakukan curah pendapat dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan melalui Skype.
  2. Melakukan diskusi kelompok melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting untuk mendiskusikan lembar penugasan Pokok Bahasan 1.
  3. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok melalui Skype.

 

Langkah 3

Pokok Bahasan 2: Teori Dasar Kontrak Berbasis Kinerja.

Kegiatan Fasilitator

  1. Dengan menggunakan Skype, fasilitator meminta peserta untuk membuka materi yang akan dipelajari/dikaji bersama. Mulailah dengan menggali situasi swasta di sektor kesehatan menurut pemahaman peserta. Peserta diminta untuk mempelajari situasi swasta di sektor kesehatan dan lakukan curah pendapat dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan.
  2. Menugaskan peserta untuk mendiskusikan Lembar Kerja Pokok Bahasan 2 (di bagian akhir modul ini) secara mandiri. Para peserta dapat berdiskusi secara mandiri melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting. Pengiriman tugas atas nama kelompok.
  3. Memfasilitasi kegiatan diskusi kelompok melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting.

Kegiatan Peserta

  1. Peserta mempelajari materi yang akan dipelajari/dikaji bersama kemudian mempelajari situasi swasta di sektor kesehatan dan lakukan curah pendapat dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan melalui Skype.
  2. Melakukan diskusi kelompok melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting untuk mendiskusikan lembar penugasan Pokok Bahasan 2.
  3. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok melalui Skype.

 

Langkah 4

Pokok Bahasan 3: Langkah-langkah Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja

Kegiatan Fasilitator

  1. Dengan menggunakan Skype, fasilitator meminta peserta untuk membuka materi yang akan dipelajari/dikaji bersama. Mulailah dengan menggali Ideologi dalam kebijakan swasta dengan pemerintah menurut pemahaman peserta. Peserta diminta untuk mempelajari Ideologi dalam kebijakan swasta dengan pemerintah dan lakukan curah pendapat dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan.
  2. Menugaskan peserta untuk mendiskusikan Lembar Kerja Pokok Bahasan 3 (di bagian akhir modul ini) secara mandiri. Para peserta dapat berdiskusi secara mandiri melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting. Pengiriman tugas atas nama kelompok.
  3. Memfasilitasi kegiatan diskusi kelompok melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting.

Kegiatan Peserta

  1. Peserta mempelajari materi yang akan dipelajari/dikaji bersama kemudian mempelajari Ideologi dalam kebijakan swasta dengan pemerintah dan lakukan curah pendapat dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan melalui Skype.
  2. Melakukan diskusi kelompok melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting untuk mendiskusikan lembar penugasan Pokok Bahasan 3.
  3. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok melalui Skype.

 

Langkah 5:

Pokok Bahasan 4: Lingkup Penerapan Kontrak Berbasis Kinerja

Kegiatan Fasilitator

  1. Dengan menggunakan Skype, fasilitator meminta peserta untuk membuka materi yang akan dipelajari/dikaji bersama. Mulailah dengan menggali Kerangka konsep hubungan pemerintah dan swasta serta kebijakannya menurut pemahaman peserta. Peserta diminta untuk mempelajari Kerangka konsep hubungan pemerintah dan swasta serta kebijakannya dan lakukan curah pendapat dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan.
  2. Menugaskan peserta untuk mendiskusikan Lembar Kerja Pokok Bahasan 4 (di bagian akhir modul ini) secara mandiri. Para peserta dapat berdiskusi secara mandiri melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting. Pengiriman tugas atas nama kelompok.
  3. Memfasilitasi kegiatan diskusi kelompok melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting.

Kegiatan Peserta

  1. Peserta mempelajari materi yang akan dipelajari/dikaji bersama kemudian mempelajari Kerangka konsep hubungan pemerintah dan swasta serta kebijakannya dan lakukan curah pendapat dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan melalui Skype.
  2. Melakukan diskusi kelompok melalui Skype, sms, E-mail, atau chatting untuk mendiskusikan lembar penugasan Pokok Bahasan 4.
  3. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok melalui Skype.

 

Langkah 6

Refleksi

Dengan menggunakan Skype, refleksikan kegiatan selama sesi berlangsung. Berikan kesempatan pada peserta untuk mengungkapkan hasil belajarnya dan memberikan rekomendasi kepada fasilitator atau penyelenggara agar sesi yang akan datang dapat lebih memberikan iklim yang kondusif dalam proses pembelajaran.

Akhir kegiatan, fasilitator melakukan umpan balik terhadap hasil belajar yang dicapai pada akhir sesi. Komentar lisan dicatat. Tayangkan catatan hasil belajar, lakukan klarifikasi dan simpulan seperlunya. Berikan penghargaan kepada peserta atas partisipasinya selama sesi berlangsung.