скачать gta san andreas торрент

2. Tantangan Kinerja Sistem Kesehatan Di Provinsi Riau Ke Depan

Masalah kemiskinan yang berdampak pada penambahan bantuan perlindungan finansial, disparitas status kesehatan antar kabupaten-kota, akses dan mutu pelayanan, upaya preventif promotif yang belum optimal, peningkatan insiden penyakit menular, peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular, pengendalikan penyakit neglected diseases seperti kusta, dan permasalahan kesehatan lingkungan seperti STBM dan kebakaran hutan.

Dari perpektif sistem, tantangan pembangunan kesehatan di Provinsi Riau mencakup:

Manajemen dan Peran Aktor Dalam Sistem Kesehatan

Manajemen dan kepemimpinan sangat berhubungan dengan implementasi pelaksanaan pembangunan kesehatan di suatu wilayah. 23 Keterbatasan ruang pengambilan keputusan dan kebijakan merupakan tantangan terbesar untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di Provinsi Riau. Lembaga dan organisasi yang terlibat dalam pembangunan kesehatan belum mampu melaksanakan perannya masing-masing untuk meningkatkan respon untuk mewujudkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien.24

Pendanaan dan Alokasi Sumber Daya

Penganggaran kesehatan di Provinsi Riau akan terus meningkat akibat tingkat urbanisasi yang cukup tinggi. Alokasi sumberdaya yang tidak berbasis bukti akan berdampak pada pemborosan dan meningkatnya tingkat inequity dalam kesehatan. Masyarakat kelas menegah ke bawah akan sulit mengakses pelayanan akibat keterbatasan penyediaan layanan.

Dengan adanya JKN, fragmentasi sistem pembiayaan kesehatan di Provinsi Riau akan menjadi masalah serius. Penetapan kebijakan dan perencanaan kesehatan tidak bisa menggunakan data yang ada pada BPJS-Kesehatan sehingga dapat menghasilkan kebijakan dan perencanaan yang kurang tepat. Dinas Kesehatan tidak bisa menjadi regulator sistem kesehatan yang baik karena tidak bisa mengawasi BPJS-Kesehatan.

Meningkatnya Medical Tourism

Tingginya wisata medis yang dilakukan oleh masyarakat di Provinsi Riau secara tidak langsung menunjukkan lemahnya sistem kesehatan domestik yang menyebabkan pasien memutuskan untuk melakukan pengobatan ke luar negeri. Menurut perspektif industri kesehatan, wisata medis menunjukkan dua kondisi yang berjalan bersamaan yakni willingness to travel dan willingness to treat. Implikasi dari lemahnya sistem kesehatan menyebabkan munculnya drivers dari sisi demand dan supply side seperti keramahan petugas, kepuasan pasien, dan mutu layanan yang rendah.25

Kemajuan Teknologi

Perkembangan kemajuan teknologi akan sangat mempengaruhi kinerja dari sistem kesehatan di Provinsi Riau. Sistem kesehatan dapat berjalan dan berfungsi apabila didukung dengan teknologi penunjang seperti sistem informasi, pembayaran elektronik dan berbagai fitur yang membantu penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Infrastruktur yang memadai sangat diperlukan untuk berfungsinya sistem kesehatan di Provinsi Riau.26

Kapasitas Provider Kesehatan

Penguatan sistem kesehatan harus menyeimbangkan antara penguatan pada aspek komponen sistem (subsistem) dan aspek penerima manfaat (masyarakat). Dari sudut pandang sebuah sistem yang dinamis, masyarakat tidah hanya dilihat sebagai penerima manfaat tetapi lebih mengarah pada bagian terpenting dari berfungsinya suatu sistem. Hal ini demikian karena ketika sistem kesehatan berfungsi, masyarakat memiliki lima peran yang berbeda yakni; 1) sebagai pasien dengan kebutuhan tertentu; 2) sebagai konsumen yang memiliki ekspektasi terhadap layanan yang diterima; 3) sebagai pembayar dengan kemampuan yang berbeda; 4) sebagai warga negara yang memiliki hak terhadap akses layanan dan perawatan; dan 5) sebagai co-producerskesehatan melalui perilaku kesehatan dan kepatuhan terhadap perawatan kesehatan.27 Untuk dapat mencapai status kesehatan masyarakat, maka provider harus memiliki kapasitas baik teknis maupun manajemen untuk bisa melaksanakan fungsi sistem kesehatan secara benar. Penyelenggaraan upaya kesehatan perorangan dan masyarakat di Provinsi Riau harus dikelola secara profesional oleh tenaga yang profesional.

Masalah penyebaran penduduk yang tidak merata dan sebagai provinsi yang memiliki sejumlah wilayah tertinggal dan kurang diminati, Provinsi Riau menghadapi tantangan akses pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Tantangan yang dihadapi meliputi:

  • Upaya untuk meningkatkan cakupan masyarakat yang terlindungi jaminan kesehatan (baik JKN atau pun asuransi kesehatan lainnya) akan menghadapi berbagai tantangan antara lain: terbatasnya kemampuan pemerintah daerah untuk memutakhirkan data penduduk miskin, dan rendahnya kesadaran masyarakat dan badan usaha untuk menjadi peserta asuransi kesehatan secara mandiri.
  • Untuk meningkatkan pemerataan akses pelayanan kesehatan mengalami tantangan akibat distribusi tenaga kesehatan yang terpusat pada wilayah perkotaan. Pertimbangan profit dan resilien yang tidak sama antara kota dan pedesaan menjadi tantangan bagi pemerintah Provinsi Riau bagaimana mengatur distribusi tenaga kesehatan secara proporsional dengan tidak hanya mengandalkan penambahan insentif.

Header

Logo MPK