скачать gta san andreas торрент

Reportase

“Sosialisasi Dokumen RFP dan RAN Kesehatan Ibu”

&

Integrasi usulan Renja OPD 2019 dengan Dokumen RFP dan RAN Kesehatan Ibu

Kabupaten Lahat, 09-10 April 2018

 

Dokumen Right-Familiy Planning dan Rencana Aksi Nasional Kesehatan Ibu        (2016-2030) merupakan dokumen strategis yang dibuat sebagai acuan dalam perencanaan nasional terkait kesehatan ibu dan Keluarga Berencana. Dalam kegiatan modelling ini, diharapkan juga bahwa kedua dokumen ini dapat menjadi referensi dan standar dalam perencanaan dan penganggaran di OPD kabupaten yang tertuang dalam Rencana Kerja (RENJA) OPD Dinas Kesehatan dan Dinas Dalduk-KB.

 konseling-9-10-april-2018-1

Foto 1. Pembukaan oleh perwakilan Kemenkes, Dinas Kesehatan

Prov. Sumatera Selatan dan UNFPA. 

Pertemuan tim teknis integrasi KI-KB Kabupaten Lahat yang diadakan di Ruang Rapat Dinas Kesehatan kabupaten Lahat pada tanggal 09-10 April 2018, dihadiri juga oleh perwakilan UNFPA, perwakilan BKKBN pusat dan provinsi, perwakilan Kemenkes selaku narasumber. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyusunan Renja OPD tahun 2019, adapun tujuan dari kegiatan ini untuk sosialisasi dokumen RFP dan RAN Kesehatan Ibu dan mengintegrasikan draft Care Pathways yang tertuang dalam Renja OPD tahun 2019 dengan dokumen RFP dan RAN Kesehatan Ibu. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dalam bentuk diskusi. Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr.dr.Dwi Handono,M.Kes dan Tudiono,M.Kes serta Bappeda Kabupaten Lahat selaku koordinator tim teknis Kabupaten Lahat.

 konseling-9-10-april-2018-2

Foto 2. Perwakilan BKKBN Pusat dan BKKBN Prov.Sumatera Selatan

 konseling-9-10-april-2018-3

Foto 3. Sesi Foto Bersama Narasumber dan Tim Teknis Kabupaten Lahat. 

Kegiatan hari pertama dimulai dengan pemantapan draft care pathways oleh Dr.dr. Dwi Handono,M.Kes dan sosialisasi dokumen RFP dan RAN kesehatan Ibu oleh perwakilan BKKBN pusat. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan bagaimana cara mengintegrasikan dan mengsinkronkan dokumen RAN dan RFP dalam RENJA OPD. Dalam sesi diskusi ini, dibahas terkait kesepakatan tentang hal-hal apa saja yang harus diintegrasikan dan apakah semua strategi dan output dalam dokumen RAN dan RFP harus tertuang dalam RENJA OPD. Pada hari kedua, masing-masing OPD me-review usulan RENJA OPD dan disesuaikan dengan strategi RAN dan output RFP. Proses ini akan terus berlanjut dan dijadikan sebagai tindak lanjut kegiatan yang akan difasilitasi dan didampingi oleh Tim PKMK FK UGM. Beberapa poin dan kesepakatan yang dihasilkan yaitu :

  1. Beberapa hal yang dapat diitegrasikan yaitu integrasi kegiatan, SDM, tempat dan lain – lain.
  2. Tidak seluruh strategi dan output yang ada pada dokumen RAN dan RFP dapat tertuang dalam RENJA OPD karena perencanaan perlu dilakukan berdasarkan kebutuhan, kondisi, masalah kesehatan dan sumber daya yang ada di kabupaten.
  3. Perlu adanya dukungan dan peran aktif masyarakat serta stakeholder.
  4. Pencapaian strategi RAN dan output RFP sangat membutuhkan dukungan dari kabupaten. Kabupaten sebagai pelaksana dapat memberikan saran dan informasi yang diperoleh sehingga dapat menyempurnakan kedua dokumen ini terutama dalam proses implementasi.
  5. Dukungan dan komitmen bupati selaku pimpinan daerah sangat berpengaruh dalam kegiatan ini.

 

 

Reporter: Aprilia Grace A Maay,MPH.,Apt

Leave a comment

Header

Logo MPK