скачать gta san andreas торрент

Reportase

“Konsep Hasil Perencanaan dan Penganggaran”

&

Sosialisasi RAD Integrasi Kesehatan Ibu – KB Berbasis Hak

Kabupaten Lahat, 16 Maret 2018

 

Konsep Perencanaan dan Penganggaran terintegrasi yang tertuang dalam Rencana kerja (RENJA) OPD tahun 2019 dan Rencana Aksi Daerah (2019-2024) merupakan produk jadi dokumen perencanaan yang diharapkan dari kegiatan modelling ini. Rencana aksi daerah merupakan suatu tindak lanjut dari penyusunan Renja terintegrasi antar OPD yang diharapkan menjadi suatu pedoman dan naskah akademis bagi daerah dalam melaksanakan program Integrasi Kesehatan Ibu dan Keluarga Berencana. Renja merupakan program kerja selama 1 tahun, sedangkan RAD merupakan suatu strategi atau kegiatan yang dirancangkan untuk 5 tahun, dimana RAD lebih bersifat dinamik and sustainable.

 konseling-16-maret-1

Foto 1. Suasana diskusi di Ruang Bappeda Kabupaten Lahat

Pertemuan 16 Maret 2018 yang dilaksanakan di Ruang Meeting Kantor Bappeda Kabupaten Lahat, dihadiri oleh tim PKMK, kasie dan staf Dinkes, Kabid dan staf Dinas Dalduk-KB dan Kabid dan staf Bappeda. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas tentang konsep hasil perencanaan dan pengaanggaran yang telah tertuang pada usulan Renja tahun 2019 OPD Dinkes dan Dalduk-KB serta sosisalisasi terkait pembuatan Rencana Aksi Daerah (RAD). Pertemuan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Dr.dr. Dwi Handono, M.Kes selaku PIC Project Modelling of the Integrated Programming, Planning and Budgetting for Maternal health and Right-Based Family Planning at District Level. Pemaparan materi terkait konsep hasil perencanaan dan penganggaran berlangsung kurang lebih selama 20 menit dan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi RAD. Setelah pemaparan materi, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan berlangsung kurang lebih 1 jam. Beberapa poin penting yang dihasilkan dari diskusi diantaranya:

  1. Kesepakatan terkait definisi operasional Wanita Usia Subur (WUS), apakah hanya terfokus pada WUS dalam Pasangan Usia Subur (PUS) saja ataukah WUS tanpa PUS juga menjadi target dalam pelayanan Kesehatan Ibu dan KB.
  2. Usulan aplikasi untuk sistem informasi terintegrasi yaitu sistem yang memuat data valid, transparan dan bermanfaat sehingga dapat digunakan bersama oleh OPD terkait.
  3. Implementasi SOP

    Peran serta Rumah Sakit dalam pelayanan rujukan.

    Penggunaan dana BOK (Jampersal) untuk menyediakan rumah tunggu bagi bumil risti emergency.

  4. Penganggaran bukan hanya berasal dari APBN dan APBD saja melainkan juga dapat dicari sumber anggaran dan dukungan dari stakeholder lain dalam mendukung implementasi care pathways.
  5. Usulan Renja tahun 2019 yang sudah disusun belum dilakukan secara sistematis karena deadline pengumpulan program kerja OPD di kabupaten. Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan penyusunan RAD secara sistematis dan sebagai acuan di daerah.
  6. Dokumen RAD terdiri atas empat bab yaitu Bab I. Pendahuluan, Bab II. Strategi dan arah kebijakan, Bab III. Pemantauan dan Evaluasi dan Bab IV. Penutup.
  7. Strategi dan arah kebijakan yang dilakukan dalam pencapaian target dirumuskan mengacu pada kegiatan nasional (RAN KESEHATAN IBU TAHUN 2016-2030 DAN RFP-STRATEGY)

 

Kegiatan pendampingan dan on-site mentoring telah dilaksanakan di kabupaten Lahat selama kurang lebih dua bulan dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Lahat. Diharapkan dengan adanya kegiatan Integrasi Kesehatan Ibu dan Keluarga Berencana ini dapat menurunkan angka kematian Ibu di Kabupaten Lahat. Kegiatan modelling ini juga diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten lain.

 

Reportase oleh Aprilia Grace A Maay, MPH.,Apt

Leave a comment

Header

Logo MPK