скачать gta san andreas торрент

GRAND DESIGN

Program Penguatan Kapasitas Manajemen dan Kepemimpinan (Performance Management and Leadership/ PML) dengan Pendekatan Kemitraan (Sister Dinkes dan Sister Puskesmas) Kabupaten Malaka, NTT


A. LATAR BELAKANG

Kabupaten Malaka merupakan kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Belu di Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan UU No. 3 Tahun 2013 tentang Pembentukan Kabupaten Malaka di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Malaka merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Malaka hasil pemilukada serentak 9 Desember 2015, baru saja dilantik pada 17 Februari 2016. Sebagai kabupaten baru, Malaka memiliki berbagai keterbatasan sumber daya termasuk sumber daya manusia kesehatan di dinas kesehatan dan puskesmas. Keterbatasan ini mencakup kuantitas maupun kualitas, khususnya dari aspek manajemen dan kepemimpinan.

Berangkat dari keberhasilan program Performance Management and Leadership (PML) yang pernah dilakukan baik di Papua maupun NTT, serta keberhasilan program Sister Hospital NTT, upaya untuk memperkuat kapasitas manajemen dan kepemimpinan di dinas kesehatan dan puskesmas di Kabupaten Malaka akan dilakukan dengan mengadopsi best practice dari kedua program tersebut. Dalam hal ini, semangat dan jiwa PML akan tetap dipertahankan, tetapi dikombinasikan dengan kemitraan dengan dinas kesehatan dan puskesmas dari kabupaten yang lebih maju. Secara konkrit, program yang akan dilaksanakan adalah “penguatan kapasitas manajemen dan kepemimpinan dengan pendekatan kemitraan” atau bisa disingkat dengan program sister dinkes dan sister puskesmas.

Program Sister Dinkes dan Sister Puskesmas adalah suatu kemitraan antara dinas kesehatan dan puskesmas yang telah maju dengan dinas kesehatan dan puskesmas di Kabupaten Malaka, NTT. Semangatnya adalah “yang telah maju membantu yang masih berkembang; yang kuat membantu yang lemah.” Kemitraan ini dilegalkan dalam ikatan kerja sama. Ruang lingkup kerja sama tersebut mencakup pendampingan (baik langsung maupun jarak jauh) untuk penguatan kapasitas (capacity building) manajemen dan kepemimpinan, magang, serta peningkatan kinerja dinas kesehatan dan puskesmas secara keseluruhan. Berdasarkan latar belakang tersebut, Kabupaten Malaka bermaksud menginisiasi Program Sister Dinkes dan Sister Puskesmas dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, DIY, beserta puskesmasnya.

B. TUJUAN

  1. Meningkatkan kapasitas manajemen dan kepemimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dan puskesmas dalam penyelenggaraan tata kelola dan manajemen dinas kesehatan dan puskesmas yang profesional dan akuntabel;
  2. Meningkatkan mutu pelayanan puskesmas di Kabupaten Malaka sesuai standar nasional.

C. KEGIATAN

Program ini terdiri dari 2 kegiatan utama yaitu:

  1. Pendampingan langsung maupun jarak jauh oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo beserta puskesmasnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dan puskesmasnya.
  2. Kegiatan Magang staf Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dan puskesmasnya di Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan puskesmasnya.

Selain itu, kegiatan tersebut didukung oleh program exit strategy.

D. KERANGKA KERJA

Peningkatan kemampuan Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dan puskesmasnya ini dilakukan berdasarkan kerangka kerja “Model for Planned Organizational Change” dari University of Washington. Berdasarkan kerangka kerja ini, semua pihak eksternal akan berperan dan berfungsi sebagai agen perubahan eksternal. Agen perubahan eksternal ini akan memberdayakan agen perubahan internal (baik di dinas kesehatan maupun puskesmas) untuk melakukan perubahan yang direncanakan. Dengan demikian, agen perubahan eksternal nantinya lebih berperan sebagai fasilitator dan nara sumber dalam proses perubahan, sedangkan perubahan itu sendiri akan dilakukan oleh agen perubahan internal.

Apa yang harus diubah? Kegiatan yang dilakukan berfokus pada 3 pendekatan yaitu pendekatan teknologikal, pendekatan struktural, dan pendekatan manusia/ perilaku/ budaya. Rincian kegiatan yang akan dilakukan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan para pihak. Tujuan akhir dari proses perubahan tersebut adalah untuk meningkatkan efektivitas kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dan puskesmasnya.

Model for Planned Organizational Change

Gambar 1. Model for Planned Organizational Change

E. RANCANGAN PENGEMBANGAN

Berdasarkan kerangka kerja di atas, kegiatan ini dirancang bersifat multiyears yaitu dimulai tahun 2016, dan diharapkan terus berlangsung hingga 2020. Kegiatan yang dilakukan antara lain:

  • Pendampingan (baik langsung maupun jarak jauh) untuk penguatan kapasitas kepemimpinan dan manajemen kinerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka beserta puskesmasnya
  • Kegiatan magang staf Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka dan puskesmasnya di Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dan puskesmasnya.
  • Kegiatan persiapan exit strategy.

Tabel 1. Rancangan Pengembangan Kegiatan Multiyears

Tabel 1. Rancangan Pengembangan Kegiatan Multiyears

F. SASARAN

1. Dinas Kesehatan:

  • Pejabat struktural di Dinas Kesehatan
  • Staf potensial

2. Puskesmas:

  • Kepala puskesmas
  • Koordinator UKP
  • Koordinator UKM

G. LOKASI

1. Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka 2. Seluruh Puskesmas (kurang lebih 20 unit).

H. PERAN PARA PIHAK

1. Bupati (Pemerintah Daerah Kab. Malaka)

  • Membangkitkan komitmen jajaran Dinas Kesehatan Kab. Malaka dan puskesmas
  • Menyediakan anggaran yang dibutuhkan.

2. Bupati Kabupaten Kulon Progo

  • Membangkitkan komitmen jajaran Dinas Kesehatan Kab. Kulon Progo dan puskesmasnya untuk mendukung kegiatan ini
  • Bertanggungjawab terhadap keberlangsungan dan keberlanjutan kegiatan pendampingan oleh Dinas Kesehatan Kab. Kulon Progo dan puskesmasnya.

3. PKMK FK UGM

  • Konsultan Perencana yang memfasilitasi semua persiapan kegiatan sehingga kegiatan tersebut bisa dimulai.
  • Nara Sumber dalam kegiatan PML/ Sister Dinkes dan Sister Puskesmas
  • Konsultan Monitoring Evaluasi dan memfasilitasi pihak independen untuk melakukan monev (jika diperlukan).

4. Dinas Kesehatan dan puskesmas Kab. Kulon Progo

  • Bertindak sebagai mitra (provider penyedia tenaga pendamping) dalam hubungan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kab. Malaka dan puskesmasnya.
  • Merekrut, mengelola dan menugaskan tenaga pendamping ke Dinas Kesehatan Kab. Malaka dan puskesmasnya
  • Bertanggung jawab terhadap kinerja perorangan dan tim pendamping yang dikirim.

5. Dinas Kesehatan Kab. Malaka

  • Bertindak sebagai principal dalam hubungan kerja sama dengan Konsultan PML dari PKMK FK UGM
  • Melakukan kegiatan PML
  • Menyediakan anggaran yang dibutuhkan
  • Menyediakan fasilitas pendukung yang diperlukan.

6. Puskesmas di Kabupaten Malaka

  • Melakukan kegiatan PML
  • Menyediakan fasilitas pendukung yang dibutuhkan.

7. Dinas Kesehatan Provinsi NTT

  • Memberikan dukungan kebijakan dan sumber daya
  • Melakukan bimbingan teknis dan monitoring-evaluasi.

I. INDIKATOR SUKSES PROGRAM

1. Program Sister Dinkes & Sister Puskesmas

  • Terwujudnya tata kelola dan manajemen dinas kesehatan dan puskesmas yang profesional dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Semua puskesmas terakreditasi
  • Semua puskesmas menjadi BLUD

2. Program Exit Strategy

  • Tersedianya staf dinkes dan puskesmas dengan kompetensi dan kualifikasi yang sesuai.

J. PEMBIAYAAN

Pembiayaan program ini bersumber dari APBD Kabupaten Malaka dan sumber-sumber lainnya yang tidak mengikat.

K. PENUTUP

Demikian Grand Design ini disusun sebagai acuan implementasinya setiap tahun. Dalam perkembangannya, sangat terbuka kemungkinannya untuk diperbaiki atau disempurnakan sesuai kebutuhan.

Yogyakarta, 5 Februari 2017

Ketua Tim PKMK FK UGM

Dr. dr. Dwi Handono Sulistyo, MKes

Link website: dinkes.kulonprogo.go.id

Header

Logo MPK