скачать gta san andreas торрент

Pengantar 


Webinar dan Workshop

Pengembangan Kewirausahaan dalam Sistem Kontrak untuk Kesehatan Masyarakat

Yogyakarta, 3-23 Februari 2017

agenda-februari-2017Kegiatan ini merupakan gabungan 3 kali webinar dan 1 kali pertemuan seminar tatap muka yang akan membahas pengembangan kewirausahaan dalam sistem kontrak untuk kesehatan masyarakat. Webinar terbuka untuk umum, namun untuk seminar di Yogyakarta dapat diikuti dengan kontribusi. Program ini akan berlangsung pada 3-23 Februari 2017. Para pembicara yang akan mengisi kegiatan ini, antara lain: Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M. Sc, PhD, DR. dr. Dwi Handono Sulistyo, M. Kes, DR. dr. Trihono, M. Sc,  dan tim PKMK FK UGM. Peserta yang diharapkan bergabung dalam program ini ialah peserta berkelompok (terdiri dari 3 sd 9 orang) yang berasal dari: IAKMI, JKKI, FKM, FK, Poltekkes, Stikes, LSM Kesehatan, Yayasan keagamaan, Lembaga konsultasi kesehatan, anggota CoP Aplikasi Sistem Kontrak di Sektor Kesehatan dan peminat lainnya.

icon-reportase

Informasi selengkapnya silakan simak melalui TOR berikut ini.


JUKNIS PENGGUNAAN DANA BOK NON FISIK BIDANG KESEHATAN 2017 (PERMENKES NO. 71 TAHUN 2016):

PELUANG KONTRAK TENAGA PROMOSI KESEHATAN DAN FASILITATOR STBM

bokBerbeda dengan tahun 2016, ketentuan (regulasi) tentang penggunaan Dana BOK Non Fisik untuk tahun 2017 diatur tersendiri yaitu melalui Permenkes No. 71 Tahun 2016. Harapannya antara lain agar petunjuk teknis tersebut bisa lebih operasional dan lebih jelas sehingga tidak membuat ragu pelaksana di lapangan. Hal ini antara lain yang menyebabkan penyerapan dana BOK Non Fisik 2016 kurang optimal.

Secara umum, peruntukan dana BOK Bidang Kesehatan Tahun 2017 tidak banyak berubah. Hal yang menarik, selain kontrak tenaga promosi kesehatan di puskesmas, Dana BOK Non Fisik ini dapat digunakan untuk kontrak tenaga fasilitator STBM kabupaten.

icon-reportase

Selengkapnya dapat didownload di sini.


Meningkatkan Mutu Pelayanan dengan Keterbatasan Sumber Daya

pelayananTernyata menurut Nambiar et al (2017), banyak strategi peningkatan mutu pelayanan baik secara global maupun nasional, kurang mempertimbangkan kondisi daerah dan tempat yang terbatas sumber dayanya. Padahal sebagian besar daerah dan tempat di negara berkembang termasuk Indonesia memiliki karakteristik seperti itu. Akibatnya, banyak upaya peningkatan mutu pelayanan tidak mencapai hasil yang diinginkan.

Dalam konteks demikian, menurut Nambiar et al, seharusnya para pengambil kebijakan dan manajer kesehatan mempertimbangkan 5 elemen. Kelima elemen tersebut adalah (1) berpikir sistem; (2) pendekatan partisipatif; (3) akuntabilitas; (4) berbasis bukti; dan (5) evaluasi inovatif.

Apa yang disampaikan Nambiar et al tersebut masih berupa gagasan besar yang belum operasional. Meskipun demikian semua itu bisa menjadi masukan bagi semua pihak yang berkepentingan.

icon-reportase

Selengkapnya dapat didownload di sini.


+  Arsip Pengantar